Kuliner Cirebon ~ Epen's Box

Menu yang ditawarkan cukup beragam, begitu pula dengan harganya, juga beragam. Kalau dibilang murah-murah banget enggak tapi kalau dibilang mahal-mahal banget ya enggak juga, harga makanannya rata-rata berkisar diharga 20ribuan.
Lokasinya ada di seputaran CSB Mall, bukan di dalam mall tapi di luar, di ruko arah menuju ke parkiran motor, tempatnya memang nggak terlalu luas tapi cukup asik buat nongkrong. Kalau menurut saya sih kalau kesini mendingan malam sore atau malam hari aja biar nggak panas-panas banget, soalnya kota Cirebon kan emang jagonya panas.
Waktu kemarin kesana saya nyobain Vietnamese Satay (20K) ini semacam sate lilit yang ada di Bali gitu cuma isinya campur-campur antara ayam & udang. Selain itu dinnermate saya nyobain Miso Ramen Ham (25K), enak cuma kemarin taburan wijennya kebanyakan. Minumnya kami pesan Orange Juice (13K) dan Jus Cuci Perut (15K) ini isinya campuran antara nanas, apel dannnn saya lupa hahaha.
Vietnamese Satay

Miso Ramen Ham
Orange Juice
Juice Cuci Perut

Epen's Box
Ruko CSB Mall no.19 Cirebon
Buka : Selasa - Minggu 13.00 - 22.00 
Instagram : @epensbox

0 comments:

Pesona Banyuwangi - The Sunrise of Java - Berkunjung ke Taman Nasional Alas Purwo & Taman Nasional Baluran

Lokasinya yang berada di ujung timur Pulau Jawa menjadikan kota ini dijuluki The Sunrise of Java, kota yang paling pertama melihat matahari terbit di Pulau Jawa. Di Banyuwangi ini baru jam 5 pagi saja rasanya sudah seperti jam 7 pagi, malah terkadang dibeberapa tempat, jam di hp kita akan berubah secara otomatis ke waktu Indonesia tengah (WITA) jika setingannya diset ke mode setingan otomatis.
Beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengunjungi kota ini, sebenarnya dalam rangkaian tugas tapi apalah daya tugasnya di lokasi wisata jadi ya mau nggak mau harus berwisata hahaha. Keberangkatan dimulai dari Cirebon ke Jogja, saya nebenk teman sekantor yang kebetulan bawa mobil. Dari Jogja saya berangkat dari Stasiun Lempuyangan jam 7.30 pagi naik kereta Sri Tanjung hingga akhirnya sampai di Banyuwangi sekitar jam 9 malam, saya turun di Stasiun Karangasem. Dari Stasiun Karangasem saya naik ojek menuju ke penginapan lalu beristirahat, recharge energy untuk esok hari.
Sabtu, 21 November 2015 saya dan dua orang teman saya menuju Taman Nasional Alas Purwo, kebetulan teman saya yang satu orang adalah pegawai TN Alas Purwo (TNAP) jadi kami tidak perlu mencari-cari jalan menuju kesana. Jarak TNAP dari kota Banyuwangi cukup jauh, sekitar 2 jam perjalanan. Wilayah TNAP sangat luas, tempat-tempat yang bisa dikunjungi sangat banyak, waktu saya disana kurang lebih hanya setengah hari jadi hanya beberapa tempat saja yang bisa saya kunjungi dan ini dia beberapa lokasi di TNAP yang sempat saya kunjungi:
resort Rowobendo
Rowobendo, pos masuk kawasan TNAP
Rowobendo atau pintu masuk kawasan TNAP
Disinilah tempatnya pembelian tiket masuk kawasan TNAP, tarifnya Rp 10.000,- per mobil per hari, Rp 5.000,- per motor per hari, plus kalau nggak salah Rp 5.000,- per orang. Saran saya sih kalau kesini mending bawa mobil pribadi atau sewa mobil karena kawasannya memang benar-benar hutan perawan dan hewan-hewan liarpun bebas berkeliaran, beberapa kali di tengah perjalanan saya sempat bertemu dengan rusa, burung elang & burung-burung lainnya, monyet-monyet yang jumlahnya memang banyak disana, lutung, ayam hutan, dan juga macan tutul, nggak kebayang deh kalau misal jalan kaki dan tiba-tiba ketemu sama macan tutul.
Pura Luhur Giri Salaka, lokasinya ada di tengah hutan


Pura Luhur Giri Salaka
Pura ini masih aktif digunakan sebagai tempat peribadatan umat Hindu di Banyuwangi dan sekitarnya, bahkan umat Hindu Bali juga katanya sering beribadah disini
bagian dalam Situs Kawitan
Situs Kawitan
Konon situs ini merupakan awal mula ditemukannya Alas Purwo. Kawitan artinya wiwitan atau permulaan, sedangkan Alas Purwo sendiri artinya hutan pertama, jadi Alas Purwo ini dikenal sebagai hutan pertama di Jawa atau awal mula Pulau Jawa.
nggak sempat fotoin pantai Pancurnya, adanya malah foto narsis
Pancur
Di Pancur ini terdapat Pantai Pancur dan beberapa Goa yang masih sering dikunjungi warga yang ingin mencari wangsit.
tower yang nggak mirip tower
Pantai Plengkung atau G-Land
Dari Pancur saya menuju ke Plengkung, jaraknya sekitar 9 km dengan kondisi jalan yang rusak. Kendaraan pribadi tidak diperbolehkan masuk sampai ke Plengkung, hanya boleh sampai di Pancur saja. Untuk masuk sampai ke Plengkung bisa menyewa mobil yang disediakan pengelola dengan tarif Rp 250.000,- per mobil, atau pilihan lain ya jalan kaki dengan rute 9 km dengan jalan berbatu di tengah hutan. Berhubung kemarin saya sedang tugas, akhirnya saya berinisiatif meminjam motor petugas dan yeay! Dibolehin, petualangan menuju G-Land dimulai! :D
Jalanan yang ditempuh lumayan berat meskipun sebenarnya nggak berat-berat amat, cuma karena kondisi jalannya jelek jadi jarak 9 km itu rasanya panjang banget. Selain melewati jalanan berbatu saya juga melewati jalanan pasir (tepi pantai), motor sempat oleng dan sempat sekali terjatuh hahaha, untung cuma motornya yang jatuh, orangnya malah nggak jatuh. Rintangan pertama dan kedua berhasil dilalui, eh ada lagi rintangi melewati jembatan yang tengahnya bolong, dengan baca-baca do'a akhirnya saya berhasil juga melewatinya hehehe.
Kabarnya Pantai Plengkung yang lebih terkenal dikalangan wisatawan mancanegara dengan sebutan G-Land memiliki ombak terbagus di dunia yang cocok untuk kegiatan surfing setelah Hawaii. Di G-Land ini terdapat pula 3 resort sebagai tempat peristirahatan wisatawan. Tempat ini ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun asing pada bulan April - Oktober saat ombak sedang bagus-bagusnya, jika diluar bulan-bulan itu tempat ini sepi.
tower Sadengan
spot favorit saya
Sadengan - Padang Penggembalaan Sadengan (Sadengan Feeding Ground)
Di Sadengan ini terdapat padang rumput atau savana tempat hewan-hewan berkumpul untuk mencari makan. Dari semua tempat yang saya kunjungi di TNAP, tempat ini adalah tempat favorit saya hehehe. Tempatnya cocok untuk melepas penat, adem, hijau, pas buat manjain mata, ngademin pikiran. Disini terdapat menara 3 lantai untuk mengamati satwa-satwa yang ada di dalam savana. Pengunjung tidak diperbolehkan masuk kedalam savana untuk menjaga kehidupan satwa dan menjaga keselamatan pengunjung juga. Dari Sadengan kami menuju ke tempat selanjutnya yang akan kami kunjungi, tapi baru beberapa meter keluar dari resort Sadengan kami melihat macan tutul melintas di depan kami, kemudian kami semua diam mengamati dan mengabadikan momen langka ini dalam video maupun foto.
penyu
tukik
senja Ngagelan
jangan lupa pose siluet hahaha
Pantai Ngagelan - Penangkaran Penyu Semi Alami
Pantai Ngagelan ini merupakan tempat penangkaran penyu semi alami. Pada bulan-bulan tertentu penyu-penyu mendarat untuk bertelur, jika sedang beruntung atau datang pada saat musim penyu berkembang biak kita akan melihat penyu-penyu bertelur ataupu pelepasan tukik-tukik atau anak-anak penyu ke laut. Sayangnya waktu saya kesana sedang tidak musim penyu. Dari Ngagelan ini hari sudah gelap akhirnya kami putuskan untuk keluar dari kawasan TNAP dan kembali ke kota Banyuwangi untuk recharge energy lagi karena esok paginya kami akan mengunjungi Taman Nasional Baluran (TNB).
TNB
Minggu, 22 November 2015 jam 7 pagi kami berangkat menuju ke Taman Nasional Baluran (TNB). Perjalanan memakan waktu sekitar 1,5 jam dari kota Banyuwangi. TNB ini terletak di Kabupaten Situbondo. Akses menuju TNB jauh lebih mudah daripada akses menuju ke TNAP. TNB ini letaknya di pinggir jalan raya dan medan didalam kawasan TNBnya pun lebih mudah dilalui daripada TNAP. Saran saya sih kalau kamu liburan ke Banyuwangi, pengen ngerasain suasana Africa van Java, budget terbatas dan juga waktu yang kamu punya terbatas mending ke TNB saja. Transportasi menuju TNB sangat mudah, kalau kamu naik kereta turun saja di Stasiun Banyuwangi Baru lalu kamu cari bus jurusan Situbondo, TNBnya ada di kanan jalan. Sama seperti di TNAP, saran saya kalau kesini mending bawa kendaraan pribadi atau sewa kendaraan. Akan lebih enak kalau naik mobil karena jalannya berbatu, cuacanya sangat panas dan juga debunya luar biasa plus banyak monyet-monyet dan lutung berkeliaran bebas.
Bekol
Savana Bekol
Ketika sampai di kawasan TNB ternyata di sekitar pintu masuk atau tepatnya di area informasi pengunjung sedang diadakan penutupan acara kompetisi bird watching atau pengamatan burung. Lokasi yang sempat saya kunjungi di TNB ini adalah Savana Bekol, tempat konservasi dan pengembangbiakan banteng di Bekol, tower atau menara pandang di Bekol, Lokasi yang menurut saya mirip Jurassic Park hahaha entah apa namanya, dan Pantai Bama. Di Pantai Bama ini terdapat satu rumah makan yang cukup enak suasana dan tentunya rasa masakannya. Kalau biasanya di tempat-tempat makan gambar makanan lebih menarik daripada aslinya nah kalau di Bama ini makanan aslinya malah jauh lebih menarik daripada gambarnya hahaha. Dari Bama kami lanjut ke Bekol, pamitan lalu keluar kawasan TNB.
Konservasi Banteng
Jurassic Park :))
Pantai Bama
Pantai Bama
Bama
Selat Bali
Gandrung Banyuwangi
Keluar dari TNB kami semua kehausan, maklum cuacana emang panas banget, Banyuwangi belum terguyur hujan sama sekali. Saya mengusulkan untuk beli es, seorang teman saya usul beli es kelapa, seorang lagi usul nyari es di sekitar Watu Dodol & patung Gandrung Banyuwangi, jadilah kami kesana dan nemu tempat asyik buat nongky, menikmati pemandangan Selat Bali sambil menikmati es kelapa muda dan semilir angin pantai.

0 comments: